Dapat Izin, Polisi Malaysia Interogasi Pilot Selundupkan Narkoba ke RI

Jakarta, Blog Ocosa Indonesia

Polisi

Malaysia

mulai menginterogasi pilot

Malaysia Airlines

yang ditahan karena menyelundupkan narkoba melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah mendapat izin dari pihak berwenang Indonesia.

Empat penyidik Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika (NCID) Malaysia telah tiba di Jakarta. Selama dua hari pada 12-13 Agustus, mereka datang untuk mewawancarai pilot tersebut dan menggali informasi lebih lanjut terkait kasus penyelundupan narkoba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dalam

New Straits Times,

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail mengatakan NCID sejak awal telah mendapat akses dari Indonesia untuk memeriksa tersangka.

“Saya menerima pengarahan awal dari direktur NCID, Datuk Hussein Omar Khan mengenai masalah ini,” kata Saifuddin dalam konferensi pers setelah upacara penyerahan helikopter AW189 kepada Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) di Pangkalan Udara Maritim Subang.

Ia mengatakan proses pemeriksaan masih berlangsung sehingga pihaknya meminta semua pihak memberikan ruang kepada penyidik untuk menyelesaikan tugasnya.

Selain itu, ia juga mengaku telah menerima pengarahan dari sekretaris jenderal Kementerian Dalam Negeri Malaysia, serta tim multi lembaga yang menangani kasus itu.

“Saya memberi mereka waktu dua minggu, dimulai minggu lalu, untuk mempelajari masalah ini,” kata Saifuddin.

Ia mengatakan hasil kajian tersebut akan dibahas bersama Menteri Perhubungan Malaysia dalam rapat Kabinet berikutnya.

“Saya akan meneliti masalah ini terlebih dahulu dan, jika tidak ada perubahan, saya akan menyampaikannya pada rapat Kabinet berikutnya bersama dengan Menteri Perhubungan,” ujarnya.

Pilot Malaysia berusia 39 tahun itu sebelumnya ditahan otoritas Indonesia pada 28 Juli di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Penangkapan dilakukan setelah petugas menemukan 15 paket besar seberat 26 kilogram berisi 70.114 pil ekstasi dan metamfetamin di dalam koper milik pilot itu.

Kasus tersebut kemudian mendorong pemerintah Malaysia untuk memperkuat pengawasan keamanan di bandara. Saifuddin mengatakan rencana penguatan kontrol keamanan bandara akan dibahas dalam rapat Kabinet Malaysia pekan depan.

(mge/rds)

Baca lagi: Raffi Ahmad Bermimpi Gelar Coachella Versi Indonesia

Baca lagi: 5 Konteks Istilah dan Sejarah dalam Film China Dear You (2026)

Baca lagi: Beredar Pesan Dugaan Pemerasan Calon Hakim Agung, Komisi III Bantah

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: